e-Jurnal Sastra Apero Fublic adalah jurnal kesusastraan yang dimiliki oleh Apero Fublic Sebagai Laman Publikasi Dunia Sastra.

Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

Senin, 29 Juni 2020

Surat Kita: Kepada Para Pedagang Kecil

Jurnal Apero Fublic.- Di sekitar rumah kita biasanya ada warga yang membuka warung. Mereka menjual berbagai keperluan sehari-hari. Dengan modal seadanya dan bersabar menghadapi para pembeli yang banyak tingkah laku, banyak pula perkataan yang tidak enak didengar pedagang kecil.

Ketika mereka membuka warung, baik itu warung manisan atau warung sayuran. Saat itu, mereka telah membantu jalannya ekonomi negara kita. Menjadi pendistribusi tingkat dasar dari sebuah produk, ujung tombak. Mulai dari produk industri, produk pertanian, dan perikanan-peternakan.

Penduduk sekitar jadi mudah berbelanja dan terbantu sekali. Oleh karena itu, jangan meremehkan para pedagang kecil di sekitar kita. Begitu pun kalau kamu punya usaha yang besar, pabrik besar, bayangkan tanpa pedagang kecil.

Apakah produk dapat terpasarkan di tengah rakyat secara luas. Walau pengusaha terkaya di negara ini. Harta ratusan triliun rupiah. Tetaplah berhutang budi pada para pedagang kecil. Marilah kita berpikir sejenak agar kita tidak menjadi manusia sombong.


Kepada Pedagang Kecil
Pemilik Warung Di Kampung Atau di RT.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.

Kepada saudara-saudari yang telah berusaha membuka warung kecil di kampung, di sudut gang atau dimana saja. Saya sebagai warga yang selalu berbelanja di pagi hari atau kapan saja. Mengucapkan terimakasih banyak atas dagangan kalian. Kalian telah membantu sekali dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.

Kami sebagai warga meminta maaf apabila sering rewel, ini dan itu. Semoga kesabaran dan jerih payah kalian dibalas Allah dengan pahala yang besar. Kami dapat memberi makan anak-anak dan keluarga. Maaf juga, sebab sering menawar atau kadang berhutang. Kami juga tahu, untung kalian tidak banyak. Jadi maafkan kami dan terimakasih.

Buat ibu-ibu yang suka berbelanja. Jangan terlalu kalau menawar, kasihan-kan pedagang. Kalau kalian kerang membayar atau berhutang. Cepatlah lunasi dan berbelanja lagi. Agar dagangan mereka terus berlanjut dan kita tersedia kebutuhan hidup.

Begitu juga para pedagang, jadilah pedagang yang jujur. Jujur menimbang dan jujur kuwalitas-nya. Jangan hanya memikirkan untung yang besar. Sampai-sampai mengabaikan dosa yang besar.

Buat pemerintah bolehlah membantu para pedagang kecil dengan dana hibah atau dana pinjaman tanpa riba. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih pada pedagang kecil. Yakinlah, kalian bukan hanya mendapat untung. Tapi juga mendapat pahala dari Allah SWT. Aammiiiinnnnn.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.

Dari. Buda Aisyah Nirmala.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Bima, 30 Juni 2020.
Buat semuanya yang ingin mengirim surat kita. Kirimkan saja ke Apero Fublic atau jurnal Apero Fublic melalui email fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872. Surat kita harus bertema tidak bersifat rasial dan tidak melanggar UU IT Republik Indonesia.

Surat kita adalah jenis kesastraan yang selayaknya sebuah surat. Tapi dikirim tidak ditujukan pada satu objek jelas. Surat kita bersifat abstrak dari alamatnya, tujuannya, objeknya. Ada tiga manfaat surat kita. Pertama untuk hiburan, kedua sebagai media belajar menulis, ketiga untuk kritik sosial.

Sy. Apero Fublic.

Surat Kita: Kepada Para Koruptor di Indonesia

Jurnal Apero Fublic.- Kita sering mendengar berita tentang korupsi di media cetak atau media elektronik. Mereka mengambil uang rakyat dengan bangga. Bahkan mereka menjadikan sebagai buruan. Saat berbuat korupsi mereka selalu bilang uang negara. Anggaran negara dan milik negara.

Padahal uang tersebut adalah uang masyarakat yang diambil melalui yang namanya pajak. Koruptor berdasi yang bergelar tinggi, berperut buncit dan merasa dirinya memiliki derajat tinggi dibanding orang lain. Padahal mereka itu, makan dan minum dari uang terasi, garam rakyat miskin.


Teruntuk Kamu Yang Korupsi
Yang Merasa Hebat dan Tinggi.

Kepada kamu yang suka mencari cara mengambil uang rakyat atau uang masyarakat. Kalau kalian menyebutnya uang negara. Mari aku uraikan dari mana uang yang kalian ambil itu.

Kalian lihat pedagang kecil, rakyat kecil yang membeli terasi, garam, sasa, susu, kecap, indomie, dan lainnya. Mereka membeli dengan uang hasil keringat mereka menjadi kuli, tukang ojek atau tukang panggul di pasar.

Kalian juga lihat petani karet yang menyadap karet setiap hari. Kadang mereka kehujanan dan kepayahan setiap hari. Keluar keringat dan darah mereka. Lalu mereka menjual karet pada tengkulak sampai pabrik. Dari satu kilogram karet mereka itu dibagi tiga. Kalau harga karet lima ribu tingkat petani. Maka sepuluh ribu tingkat pedagang. Lalu lima belas ribu saat ekspor dan diambil pemerintah. Belum lagi petani jenis lain, kopi, beras, coklat, dan lainnya.

Pajak buru pabrik, pajak karyawan dan pajak pendapatan, dan pajak usaha. Dari pajak-pajak itulah uang rakyat terkumpul dari rupiah membeli terasi sampai membeli apapun.

Uang anggaran negara tidak berubah menjadi uang negara. Tetap menjadi uang rakyat yang dipungut melalui yang namanya pajak. Kalau kalian mengambil uang anggaran maka uang itu adalah hasil kumpulan uang-uang rakyat kecil.

Seandainya kalian punya rasa malu tentu kalian tidak akan melakukannya. Kalian koruptor tampak gemuk, berdasi, berjas, memakai mobil mewah, istri dua dan tiga, tampak sukses, dan sombong merasa derajat tinggi. Tapi sesungguhnya kalian itu sangat memalukan. Lihat saja ibu-ibu pedagang kecil yang membeli terasi untuk bumbu dagangannya. Kalian harus tahu ada uang ibu itu yang kalian ambil.

Teruntuk koruptor apakah kalian merasa hebat. Untuk apa uang yang kalian dapatkan. Bukankah gaji kalian sudah cukup dan kadang berlebih. Nikmatilah, sebab kami pembeli terasi tidak akan pernah merelakan itu. Kami akan menagih saat engkau sekaratul maut dan di akhirat nanti.

Dari. Dundar Bey
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Aceh, 29 Juni 2020.
Buat semuanya yang ingin mengirim surat kita. Kirimkan saja ke Apero Fublic atau jurnal Apero Fublic melalui email fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872. Surat kita harus bertema tidak bersifat rasial dan tidak melanggar UU IT Republik Indonesia.

Surat kita adalah jenis kesastraan yang selayaknya sebuah surat. Tapi dikirim tidak ditujukan pada satu objek jelas. Surat kita bersifat abstrak dari alamatnya, tujuannya, objek-nya. Ada tiga manfaat surat kita. Pertama untuk hiburan, kedua sebagai media belajar menulis, ketiga untuk kritik sosial.

Sy. Apero Fublic.

Surat Kita: Kepada Penjual Suara Saat Pemilu.

Jurnal Apero Fublic.- Pada zaman kita sekarang dimana demokrasi adalah jalan pemerintahan. Kepemimpinan dipilih secara demokratis. Tidak ada diskriminasi pada warga negara. Sehingga siapa pun yang memenuhi syarat dapat mencalonkan diri sebagai pemimpin.

Hal demikian adalah bentuk demokratis yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Tapi dampak negatif dari sistem demokratis ini adalah terletak pada buruknya kualitas pemimpin. Dimana orang-orang yang tidak memiliki kemampuan memimpin ingin memimpin.

Mereka tidak memiliki wibawa dan ilmu pengetahuan. Intelektual yang buruk dan jelek sekali. Untuk itu, orang-orang yang tidak memiliki kecakapan memimpin tersebut ingin menjadi pemimpin. Sehingga yang mereka gunakan adalah dengan cara membeli suara.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.
Buat Kamu Yang Menjual Suara
Pada Partai atau Calon Legislatif atau Eksekutif.

Apa kamu tidak tahu kalau kamu sedang menggadaikan uang pajak yang kamu bayar hasil keringat-mu. Kepada saudara saudari yang suaranya terbeli. Kalian telah mendukung pemimpin yang buruk dan menjadikan ancaman keburukan pada generasi anak kalian.

Negara kita tidak maju-maju dan jalan ditempat. Apabila negara kita tidak berkembang. Kehidupan bangsa kita terus terbelakang dan miskin. Maka, pintu penjajah terbuka lebar untuk menjajah kita.

Teruntuk orang yang menjual suara saat pemilu. Seberapa banyak uang yang kau dapatkan. Sehingga kau tega menghancurkan negara kita sendiri. Kau hancurkan dengan uang beberapa puluh ribu saja.

Mari kita mulai kritis dan mulai logis. Jangan hanya berpikir singkat di depan mata. Tanpa memikirkan masa yang panjang dan berkelanjutan. Negara kita menjadi salah kelola dan sangat buruk jadinya.

Saudaraku, mereka yang membeli suara, hanyalah orang-orang yang mengejar kedudukan. Mereka tidak punya cita-cita, tidak punya idealisme, tidak memiliki wawasan kebangsaan, tidak mengerti tujuan perjuangan, tidak mau tahu dengan amanat. Hanya satu saja, bagaimana mereka dapat mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya.

Buruknya wahai saudara saudari akibat dari kalian menjual suara. Membuat orang-orang yang pantas memimpin menjadi terpinggirkan. Karena mereka miskin dan baru memulai perjuangan. Memang tidak semua orang baik. Tapi apabila tidak menjual suara. Ada wujud kepedulian untuk memperbaiki bangsa kita.

Demikianlah sedikit kata untuk semua. Mari kita bersihkan diri dari memakan uang haram. Sedikit berharga, kita akan menjadi sedikit lebih mahal. Mulailah kita mencari pemimpin-pemimpin yang baik dan berilmu. Mari kita dukung mereka untuk memperbaiki bangsa kita.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.

Dari. Syamsudin Nasution.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Medan, 29 Juni 2020.
Buat semuanya yang ingin mengirim surat kita. Kirimkan saja ke Apero Fublic atau jurnal Apero Fublic melalui email fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872. Surat kita harus bertema tidak bersifat rasial dan tidak melanggar UU IT Republik Indonesia.

Surat kita adalah jenis kesastraan yang selayaknya sebuah surat. Tapi dikirim tidak ditujukan pada satu objek jelas. Surat kita bersifat abstrak dari alamatnya, tujuannya, objek-nya. Ada tiga manfaat surat kita. Pertama untuk hiburan, kedua sebagai media belajar menulis, ketiga untuk kritik sosial.

Sy. Apero Fublic.

Surat Kita: Kepada Pembayar Pajak Negara

Jurnal Apero Fublic.- Pajak adalah sebuah pembayaran masyarakat untuk menegakkan negara yang dia diami. Pajak terdiri dari berbagai macam. Ada pajak langsung ada juga pajak tahunan. Pajak tahunan seperti pajak kendaraan, pajak perusahaan.

Ada pajak langsung seperti saat seorang membeli sebuah produk, misalnya vocer internet atau terasi. Untuk mengetahui lihat saja pada bungkus ada tertulis PPN (Pajak Pendapatan Negara). Dari pajak itulah negara membiayai oprasionalnya. Maka dari itu, mulai sekarang cerdaslah dan kritislah.


Kepada Pembayar Pajak.
Dimana Saja Berada.

Pembayar pajak di mana saja berada. Kalian adalah saudara-saudaraku. Mari kita bangkit dan bangun negeri ini. Mari kita berpikir dan cerdas. Tentang bangsa dan negara kita. Kita harus mengerti uang negara adalah uang rakyat.

Mari kritis jangan diam saja. Jangan kalian tidak peduli dan awasi pemerintah. Awasi juga para pelaksana dan yang melaksanakan. Dari desa sampai ke kota dana anggaran negara, ada.

Kepada saudara-saudariku dimana saja berada. Uang negara adalah uang rakyat. Sebab rakyatlah yang membayar pajak setiap hari. Rakyat juga yang memiliki negeri ini.

Ketika kita datang ke kantor pemerintah. Saat di layani PNS di sana. Jangan lagi memberikan uang untuk urusan kita. Sebab dari uang pajak dimana kita telah membayar pajak. Dari uang pajak itulah pemerintah membayar gaji mereka. Apabila kita membayar lagi, betapa banyaknya uang rakyat yang sia-sia.

Kepada pembayar pajak, coba kritis dengan bangunan disekitar kita. Tanyakan tender dan jumlah anggarannya. Tanyakan bangunan untuk apa?. Tanyakan apa untungnya untuk kita?. Jangan diam saja, sebab uang bangunan itu adalah uang kita, uang rakyat. Para wartawan sudah dibeli pemerintah sekarang. Sehingga jurnalisme kita mati dan tidak kritis lagi.

Kepada pembayar pajak, jangan pernah kalian memilih wakil atau pemimpin karena uang lima puluh ribu. Sebab, saat itu kalian akan kehilangan puluhan juta uang yang kalian bayarkan. Mereka akan melakukan korupsi dan uang yang di korupsi adalah uang pajak rakyat.

Mungkin kalian pernah membeli terasi, garam, vocer atau lainnya. Bersamaan dengan itu, kalian telah membayar pajak. Jadi mulai kritis-lah dan cerdas-lah di dalam negara kita. Perkecil gerak para koruptor. Teruntuk kamu pembayar pajak. MENGERTILAH!!!.

Dari. Adrian Saputra. F.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sorolangun, 29 Juni 2020.
Buat semuanya yang ingin mengirim surat kita. Kirimkan saja ke Apero Fublic atau jurnal Apero Fublic melalui email fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872. Surat kita harus bertema tidak bersifat rasial dan tidak melanggar UU IT Republik Indonesia.

Surat kita adalah jenis kesastraan yang selayaknya sebuah surat. Tapi dikirim tidak ditujukan pada satu objek jelas. Surat kita bersifat abstrak dari alamatnya, tujuannya, objek-nya. Ada tiga manfaat surat kita. Pertama untuk hiburan, kedua sebagai media belajar menulis, ketiga untuk kritik sosial.

Sy. Apero Fublic.

Surat Kita: Kepada Pemakai Knalpot Bising


Jurnal Apero Fublic.- Surat Kita. Kalian tentu pernah mendengar knalpot motor sepeda motor yang bising bersuara keras. Suaranya menjadi polusi udara yang sangat buruk. Mengganggu keadaan sosial masyarakat setempat.

Namun, anehnya anak-anak muda atau pengguna knalpot bising tersebut merasa bangga dan merasa hebat. Istilah sekarang merasa sok keren hanya karena memakai knalpot motor bising tersebut.

Apakah mereka tidak tahu kalau sumpah serapah semua orang terhadap dirinya saat dia berlalu lewat dengan suara nyaring dan bising tersebut. Untuk itu, seorang bapak-bapak mengirim surat kita pada Apero Fublic untuk mengungkapkan rasa kekesalannya terhadap pengguna knalpot bising.


Saya Tujukan Surat Ini Pada
Saudara-Saudaraku di Mana Saja Berada.
Terkhusus Pemakai Knalpot Bising.

Buat kamu yang knalpot sepeda motor bising atau knalpot bising. Mengapa kamu berbuat demikian?. Dimana akal sehat kamu. Apakah kamu bersenang-senang?. Carilah kreatifitas yang baik dan berguna. Buruk sekali akhlak kamu. Apakah kau merasa keren dan hebat?. Oh, tidak sedikit pun tidak.

Kalian itu, lebih buruk dari sekelompok tikus yang mengganggu. Mengganggu orang-orang dan semua orang. Tikus saat mencuri makanan dia tidak mengganggu orang tidur, orang menonton, orang makan, orang belajar dan semuanya. Tapi kalian pengguna knalpot bising, mengganggu semuanya.

Kepada kamu yang knalpot sepeda motor bising. Kami memberitahu kamu agar kamu tahu dan mengerti. Kalau kalian itu sangat tidak sopan. Tidakkah kalian terpikirkan, bahwa suara nyaring knalpot jelek kamu itu.

Mengganggu orang beribadah, mengganggu orang beristirahat, mengganggu anak-anak yang sedang tertidur, mengganggu orang sakit, mengganggu orang menonton televisi, mengganggu orang berbicara, mengganggu orang belajar, mengganggu konsentrasi orang, mengganggu pendengaran orang. Mengganggu semua manusia yang mendengar knalpot motor kamu itu. Apa kamu masih tidak mengerti?.

Teruntuk kamu yang bersepeda motor bising atau mobil bising. Mengapa kau begitu sok dan angkuh, hanya karena memiliki motor dan mobil.

Bagi kamu yang tidak memakai knalpot bising. Agar jangan memasang knalpot bising. Ajarkan pada keluarga dan anak-anak kamu agar tidak menggunakan knalpot bising, pada mobil atau motor. Agar mereka mengerti dan tahu kalau perbuatan demikian adalah perbuatan yang salah. Semoga pemerintah juga mengeluarkan undang-undang larangan penggunaan dan larangan produksi knalpot bising.

Bilah ada kata yang tidak mengenakkan hati. Saya meminta maaf yang sebesarnya. saya akhiri wabillahitaufiq walhidayah, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.

Dari. Pak Mardi
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Banten, 29 Juni 2020.
Buat semuanya yang ingin mengirim surat kita. Kirimkan saja ke Apero Fublic atau jurnal Apero Fublic melalui email fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872. Surat kita harus bertema tidak bersifat rasial dan tidak melanggar UU IT Republik Indonesia.

Surat kita adalah jenis kesastraan yang selayaknya sebuah surat. Tapi dikirim tidak ditujukan pada satu objek jelas. Surat kita bersifat abstrak dari alamatnya, tujuannya, objeknya. Ada tiga manfaat surat kita. Pertama untuk hiburan, kedua sebagai media belajar menulis, ketiga untuk kritik sosial.

Sy. Apero Fublic.

Minggu, 28 Juni 2020

Puisi Lama: GALAYA PUB I dan II

Jurnal Apero Fublic.- Berikut ini sebuah puisi lama dari tahun 1980-an. Puisi ini semua kata-kata sulit dipahami oleh orang-orang awam sastra. Sehingga tentu saja akan membuat mereka yang membaca sulit mengerti.

Namun, apabila Anda mau mencoba menafsirkan sebagai cara mengolah rasa dan mempelajari teknik puisi yang menggunakan kata perumpamaan yang dalam. Selamat belajar dan mencoba memahami dunia puisi.

GALAYA PUB 1

Telah ia teguk segala minuman.
Yang ditawarkan pikiran hitam. Dari pusat kegelapan.
Ia dengar suara kubur.
Mendengung dalam pendengaran!

Akankah ia sedih atau gembira.
Saat mendapatkan dirinya sendiri:
Rebah dan tersungkur.
Di atas meja peradaban?

1988.


GALAYA PUB, 2

Lihat, betapa kurang ajar asap ganja.
Menyusup ke dalam otaknya.
Dalam mabuk – ia bagai hiu gila.
Membenturkan kepala ke dinding batu.

Malam larut itulah pikiran kusut.
Dalam rawa kehidupan menjelma ular.
Mendesis dan menjalar.
Menawarkan khuldi yang biru!

1988.

Oleh. Soni Farid Maulana.
Rewrite. Apero Fublic.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sumber: Soni Farid Maulana. Matahari Berkabut. Bandung: Pustaka, 1989. H. 10-11.
Buat semua sahabat yang ingin mempublikasikan hasil karya puisi atau karya tulis yang lainnya. Dapat mengirimkan melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872. Kirimkan karyamu dan berikan inspirasi pada dunia. Jangan melanggar hak cipta dan UU IT Republik Indonesia.

Sy. Apero Fublic

Puisi Lama: MALAM BRAGA

Jurnal Apero Fublic.- Puisi lama atau puisi kenangan sangat mudah dikenali. Saat kita membaca bagaimana kata-katanya penuh dengan perumpamaan. Sehingga menuntut kebijaksanaan dan kecerdikan yang tinggi. Seperti puisi berikut ini yang berjudul malam Braga.

MALAM BRAGA

Aku akan pergi, itu pasti.
Meninggalkan kabut dan cuaca yang kelam.
Bersama malaikat berwajah segar.
Bersama cinta yang tumbuh ramah di dada.

Kuambung harum mawar.
Yang semerbak dari kedalaman kalbumu.
Dalam keheningan Braga.
Dalam kesendirianku. Aku kenangkan.
Semua itu.

Meski aku harus pergi bersama malaikat.
Berwajah segar. Bersama cinta.
Yang tumbuh rumah di dada.

1989.

Oleh. Soni Farid Maulana.
Rewrite. Apero Fublic.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sumber: Soni Farid Maulana. Matahari Berkabut. Bandung: Pustaka, 1989. H. 13.
Buat semua sahabat yang ingin mempublikasikan hasil karya puisi atau karya tulis yang lainnya. Dapat mengirimkan melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872. Kirimkan karyamu dan berikan inspirasi pada dunia. Jangan melanggar hak cipta dan UU IT Republik Indonesia.

Sy. Apero Fublic

Kamis, 25 Juni 2020

Puisi Lama: HARI-HARI PENANGGUNGAN

Jurnl Apero Fublic.- Puisi lama angkatan tahun 50-an ini. Adalah salah satu puisi yang bersifat religius Islami. Selain itu kata-kata dalam syair puisi adalah kata-kata yang bermakna. Sulit untuk memahami maksudnya. Yang dapat menjelaskan secara detail hanya penulis dan para sastrawan.

HARI-HARI PENANGGUNGAN

Bayang-bayang yang berpaut cahaya senja.
Tiarap atas bumi dan meratap.
Matahari sebentar kehilangan merahnya.

Sekiranya bumi ini hendak padam.
Padamlah hati.
Seluruh hidup makin jadi berkurang.
Makin dekat kepisahan cinta dari hati.
Makin jauh perjalanan buat yang pergi.

Kawan, yakinlah akan kehitaman malam.
Seluruh perjalanan akan kehilangan kiblat.

Kembalilah sebelum terbenam.
Bapak-bapak yang durhaka.
Jangan tunda sampai esok tiba.
Kita tidak tahu kemauan malam.

Oleh. Jamil Soeherman.
Surabaya, Desember 1953.
Rewrite. Apero Fublic.
Editor. Selita. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sumber: Djamil Soeherman dan Mohammad Diponegoro. Kabar Dari Langit. Bandung: Pustaka, 1988. H. 68.
Buat semuanya terimakasih sudah mampir ke halaman ini. Inilah bentuk puisi lama yang lahir dari penyair tahun 50-an. Bagi Anda yang ingin mempublikasikan karya puisinya atau karya tulis lainnya.

Kirimkan ke Apero Fublic atau Jurnal Sastra Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872.

Sy. Apero Fublic.

Puisi Lama. SUNYI SEBERANG ULU

Jurnal Apero Fublic.- Berikut ini sebuah kutipan puisi lama dari antaologi puisi Kabar Dari Langit oleh Djamil Soeherman dan Mohammad Diponegoro. Puisi berikut ini sepertinya sebuah puisi yang diselipkan karena pada akhir puisi ada nama seseorang.

Kemungkinan Wijaya adalah penyair puisi ini. Dari cerita puisi sepertinya syair ini menceritakan tentang Kota Palembang dan budayanya. Antologi puisi ini diterbitkan oleh Penerbit Pustaka, di Bandung tahun 1988.

SUNYI SEBERANG ULU

Sunyi seberang ulu sunyi tiada hasratku.
merah lumpur tanpa irama kering bulan purnama.
segala keelokan terkikis sunyi pantaimu.

Seberang ulu berkabung bahana laut.
ditangisi kocak pantai dibebani rumahrakit.
terhanyut mata menadah cahaya lampu perahu.

Datanglah aku ke hulu menentang air.
ada gadis tanya masihkah padamu cinta.
dan betapa pahit kala tahu hatiku luka.

Sunyi seberang ulu kelip-kelip lampu perahu.
melelap kejemuan hati bawah dasarmu.
balik menghilir tinggalakan gadis berlalu.

(Wijaya, 1955).

Rewrite. Apero Fublic.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 26 Juni 2020.
Buat semuanya terimakasih sudah mampir ke halaman ini. Inilah bentuk puisi lama yang lahir dari penyair tahun 50-an. Bagi Anda yang ingin mempublikasikan karya puisinya atau karya tulis lainnya.

Kirimkan ke Apero Fublic atau Jurnal Sastra Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872.

Sy. Apero Fublic.

Ayuwi Syanum. Merindu Sang Maha Cinta.

Jurnal Apero Fublic.- Kerinduan yang terbesar manusia adalah kerinduan akan rab-nya. Sedangkan rasa cinta yang besar dan tidak akan mengecewakan adalah cinta sang pencipta pada hambanya. Dari itu, cintailah Allah yang maha cinta. Maka kita akan mendapatkan cinta dari semuanya.

MERINDU SANG MAHA CINTA

Sapaan hening dingin-nya malam.
Membelai rindu nan teramat dalam.
Nyanyian simfoni bintang gemintang.
Melarutkan diriku dalam kerinduan.

Rindu bertasbih dalam palung jiwa.
Menyisikan gemerlap dunia fana.
Mengalir deras dalam untaian doa.
Begitu damai kala sujud menghambah.

Semestinya rindu hanya untuk-mu.
Mengalun syahdu mengagungkan asma-Mu.
Melantunkan zikir setiap waktu.
Sujud bersimpuh mengungkap rindu.

Pada-Mu Sang Maha Cinta.
Rinduku tak pudar seiring masa.
Engkaulah pemilik cinta tanpa luka.
Dalam dekapan cinta-Mu selamanya.

Oleh. Ayuwi Syanum.
Purwokerto, 19 Maret 2019.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 15 Juni 2020.
Sumber: Sapardi Djoko Damono dan Para Penulis Terpilih. Menenun Rinai Hujan. Surakarta: Oase Group, 2019. Antologi Jilid 8. H. 51.
Buat sahabat-sahabat yang ingin mempublikasikan karya puisinya. Kirimkan ke Apero Fublic atau Jurnal Sastra Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872.

Kirimkan karyamu dan berikan inspirasi pada dunia. Jangan melanggar hak cipta dan UU IT Republik Indonesia. PT. Media Apero Fublic hanya mempublikasikan dan tidak bertanggung jawab dengan konten kiriman masyarakat.

Sy. Apero Fublic.

Puisi: Semak Hati

Jurnal Apero Fublic.- Perasaan hati kita yang terkadang tidak menentu. Berubah-ubah dan berbolak balik. Kadang juga diganggu dengan pengaruh perasaan pada sesuatu. Sehingga membuat hati kita terasa penuh dan gerah. Semoga hati kita selalu dipenuhi dengan prasangka baik pada Allah SWT. Allah meridhoi apa yang di sangkakan hambanya padanya.

SEMAK HATI

Saksikanlah bulir-bulir air yang bergegas meninggalkan langit.
Seakan dengan sengaja menggenangi hatiku hingga menggigil.
Menghanyutkan rindu yang tadinya berserakan.
Menyirami perlahan-lahan bibit-bibit harap yang tertanam sembarangan.

Ketahuilah kekasih.
Menyaksikan reka senyum-mu memupuk bibit ini untuk tumbuh tak terkendali.
Menjalar hingga ke bulu roma.
Ah, betapa sulit memelihara perasaan ini.
Memangkas rantingnya mala menjadikan perasaan ini tumbuh lebih subur.
Mencabut akarnya mematikan ku.

Oleh. Amilia Jihaddillah.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sumber: Sapardi Djoko Damono dan Para Penulis Terpilih. Menenun Rinai Hujan. Surakarta: Oase Group, 2019. Antologi Jilid 8. H. 42.
Buat sahabat-sahabat yang ingin mempublikasikan karya puisinya. Kirimkan ke Apero Fublic atau Jurnal Sastra Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872.

Kirimkan karyamu dan berikan inspirasi pada dunia. Jangan melanggar hak cipta dan UU IT Republik Indonesia. PT. Media Apero Fublic hanya mempublikasikan dan tidak bertanggung jawab dengan konten kiriman masyarakat.

Sy. Apero Fublic.