e-Jurnal Sastra Apero Fublic adalah jurnal kesusastraan yang dimiliki oleh Apero Fublic Sebagai Laman Publikasi Dunia Sastra.

Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

Jumat, 24 April 2020

Syarce. Senja Yang Lalu

Jurnal Apero Fublic.- Kehidupan anak manusia tidak akan lepas dari rasa cinta. Mencintai orang lain dan mencintai keluarga. Ingin memiliki seorang pendamping hidup yang abadi, dunia akhirat. Perjalanan untuk menemukan seseorang itu sungguh berliku-liku. Sehingga membuat banyak penderitaan-penderitaan bagi yang mencarinya. Pernah dahulu aku masuk dalam lingkaran cinta. Lingkaran harapan untuk bersama seseorang itu.

Hatiku yang sudah yakin sekali dengan mimpi-mimpi itu. Entah mengapa terjadilah sesuatu yang membuat semua itu hancur dan buyar. Awalnya hanyalah retak kecil. Tapi aku berusaha menahan retakan itu. Dengan lem aku perbaiki dan aku jaga. Namun, perlahan dan perlahan akhirnya terbelah dan pecah berkeping-keping. Hingga disuatu sore aku menepi pantai. Menikmati senja yang indah. Lalu mengenang masa-masa yang lalu itu.

SENJA YANG LALU

Senja
Masihkah kau merona merah
Seperti senja yang lalu
Senja saat bersamanya, dengannya
Senja dalam hembusan angin
Yang menyapa kita berdua, tersenyum
Apakah kau ingat
Saat kupu-kupu kecil menyapa,
Berkata pada senja, tentang harapan hatiku.

Senja
Senja yang lalu
Masihkah dapat berulang
Atau kembali menyapa petang
Menyapa rinduku yang kian dalam
Rindu, seperti air yang mengalir
Ibaratkan redam dalam gemuruh dadaku
Hatiku memanggil-manggil.
Terdengar, seperti ombak laut menyapa pantai

Senja
Senja yang telah lama berlalu
Mengapa kau tak kembali
Sekarang sudah gelap, tanpa bintang

Senja
Aku sadar sekarang,
Waktu telah berlalu
Aku akan beranjak pergi jauh
Terlalu bodoh menti penantian yang sia-sia
Aku menanti senja-senja dihari nanti
Di suatu petang yang cerah
Bersama dia yang ditakdirkan Allah.

Senja
Senja yang telah berlalu
Selamat jalan selamat malam.

Oleh. Ayu Faqiah.
Editor. Selita. S.Pd.
Banda Aceh. 25 April 2020.

Catatan: Buat teman-teman yang suka berpuisi atau bersyair. Kirimkan ke Jurnal Apero Fublic atau Apero Fublic. Jangan biarkan puisimu terdiam di dalam buku-buku harianmu. Ceritakan kisahmu dengan puisi atau syair. Yang saya kirim ini adalah syarce atau syair cerita. Saya menceritakan tentang perasaanku dengan masa lalu melalui cerita dan syair. Kirimkan karya puisi atau syair kalian melalui email redaksi. www.fublicapero@gmail.com. www.duniasastra54@gmail.com.

Sy. Apero Fublic.

Pantun Umum. Memuat Jenis-Jenis Pantun Masyarakat

Jurnal Apero Fublic.- Pantun cinta adalah pantun yang bercerita tentang percintaan. Di gubah oleh seseorang dengan tujuan menghibur dan mengungkapkan perasaannya. Pantun murni karya sastra milik masyarakat.

Dalam menciptakan dan menggubah pantun tidak diperlukan irama atau nada. Tidak juga diharuskan memiliki suara merdu atau khas. Karena gubahan pantun hanya cukup dengan irama sampiran. Teori pantun atau yang dikenal dengan puisi lama adalah A-B-A-B. Pantun terdiri dari empat lirik kalimat.

Lirik pertama (A) untuk sampiran lirik ke tiga (A) dimana dua lirik hampir sama irama walau berbeda kata-kata. Begitu pun lirik kedua (B) sebagai pendukung lirik ke empat. Ujung kata A-A dan B-B selalu berakhiran sama dapat dilihat contoh di bawah ini.

Kereta biru kereta kosong
Obat kista mahal harganya
Tiada rindu ungkapan kosong
Sebab cinta membawanya.

Kalah memetik bunga kamelia
Melangkah keseberangan ke taman tetangga
Alangkah cantik wajah Adinda
Kalahlah terang bulan purnama.

Menunggu adik membeli ketela
Mamanda membeli sirup tebu
Sungguh cantik juga shalehah
Maukah Adinda ta'aruf denganku

Merujak mangga bersama tetangga
Rasa sirup diberi gula
Sejak kakanda kenal Adinda
Terasa hidup di dalam surga.

Waktu senja yang lalu
Mengungkap kalimat sajak tentang-mu
Satu saja yang aku tunggu.
Mengucap kalimat syahadat bersamamu.

Mengapa kacanya di atas meja
Kaca berayun kaca bergoyang
Apa tandanya jatuh cinta
Wajah dan senyum selalu terbayang

Obat herbal bentuk serbuk
Obat biru dari lantemu
Obat gatal di garuk
Obat rindu adalah bertemu.

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 24 Apero 2020.
Catatan: Untuk sahabat-sahabat yang ingin mempublikasikan karya sastra pantun. Dapat mengirim karya pantun ke Jurnal Sastra Apero Fublic. Baik pantun berbahasa daerah, berbahasa Indonesia, atau berbahasa asing.

Kirimkan melalui email redaksi www.fublicapero@yahoo.com atau duniasastra54@gmail.com. Mari kita lestarikan kebudayaan asli bangsa kita. Mari kita kumpulkan dan dokumentasikan kekayaan intelektual nenek moyang kita. Agar terjaga jati diri bangsa kita.

Sy. Apero Fublic

Minggu, 19 April 2020

Pantun Nasihat. Ruginya Pacaran Bagi Gadis-Gadis

Jurnal Apero Fublic.- Pantun adalah jenis kesastraan klasik Indonesia. Bentuk puisi atau syair orang Indonesia yang pertama. Pantun sebagai sastra asli tentu selalu mengetengahkan pendidikan dan nasihat-nasihat pada masyarakat secara umum.

Sehingga sastra pantun memberikan tempat sebagai pendidikan sosial sekaligus memberikan hiburan. Pantun nasihat adalah pantun yang bertema nasihat pada semua manusia. Tujuan pantun nasihat adalah untuk mengajarkan dan mengkritik permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

PANTUN NASIHAT

Pasar minggu banyak preman
Pasang Cikarang banyak biri-birian
Pacaran dahulu orang teman-temanan
Pacaran sekarang orang istri-istrian.

Pasar Cikarang banyak biri-birian
Pasar Samarinda gratis tisunya.
Pacaran sekarang istri-istrian
Pria lepaskan nafsu gratis jadinya.

Pedagang Surakarta pikul mentega
Bawa bakul sama baliho.
Orang cinta kumpul sama manusia
Mereka cinta kumpul sama kebo.

Pasar Manado membanting harga
Sanak sayang belanja seribu
Kumpul kebo bunting juga
Anak dibuang, dibunuh kamu.

Pagi-pagi menanggung azab
Azab ditinggal dia yang jauh
Laki-laki tak bertanggung jawab
Sebab ditinggal, ya dibunuh.

Kereta melaju pulang pergi
Penumpang wanita selalu berdiri.
Apa kamu sayang sekali
Pacaran, wanitalah yang rugi.

Penumpang berjalan selalu berdiri
Ucap basmallah sebelum pergi.
Sudah pacaran selalu rugi
Azab Allah juga menanti.
Bagi semua sahabat-sahabat Apero Fublic menerima kiriman semua jenis pantun. Terkecuali pantun yang bersifat buruk, misalnya bertema porno atau menghujat suatu kaum.

Kirimkan karya Anda sebanyak mungkin. Mari kita kembangkan kesastraan kita. Serta mengembalikan fungsi sastra sebagai guru masyarakat. Jadikan sastra sebagai media dakwah dan pengajaran sosial.

Angkat pantun berbahasa daerah dan lestarikan budaya asli daerah kita masing-masing. Kirimkan karya Anda ke Apero Fublic atau e-Jurnal Sastra Apero Fublic. Melalui email redaksi www.fublicapero@gmail.com.

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Selita. S. Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 19 April 2020.

Sy. Apero Fublic

Pantun Islami. Jangan Pacaran

Jurnal Apero Fublic.- Pantun Islami adalah pantun yang bertema dakwah dan pendidikan sosial untuk umat Islam. Karena hakikat sastra sejak zaman dahulu adalah untuk memberikan nasihat-nasihat kepada masyarakat. Sastra adalah ruang yang dapat melahirkan masyarakat. Tergantung dari sastra masyarakat di suatu tempat.

Akan lahir suatu masyarakat yang sesuai dengan keadaan masyarakatnya. Begitu pun sebaliknya, seandainya sastra di suatu tempat kehilangan fungsinya. Akan berdampak pada rusaknya norma-norma masyarakat setempat. Pantun berikut ini adalah contoh pantun yang berfungsi untuk memberikan nasihat dan ajaran moral yang sesuai dengan budaya timur Indonesia dan budaya Islam.

Tiada obat rindu di hati
Janganlah ditahan kirimkan surat.
Tiada guna cantik dan seksi
Kalau tiada menutup aurat.

Ustadzah cantik ceramahnya indah
Catik rupa elok budinya.
Cantik wanita bukanlah wajah.
Cantik wanita dari akhlaknya.

Anak balita pergi mengaji
Surah Al-Alaq hafal sekali
Untuk apa pendidikan tinggi.
Tiada berakhlak tidak berbudi.

Merah cantik melintas senja
Tanda sempurna wajah mentari
Wajah cantik emas permata
Tiada berguna  tanpa harga diri.

Biduk berlayar di pagi hari
Mengantuk diri disebelah kemudi.
Untuk pacaran cantik seksi
Untuk Istri wanita berbudi.

Kata-kata menakluk cinta
Jangan lupa pada kalimatnya
Wanita itu makhluk mulia
Janganlah lupa wahai wanita.

Abu biru mukena Jihan.
Dia menghafalkan sura Ar-rahman
Kamu itu wanita pilihan.
Dihalalkan dulu baru pacaran.

Elang biru terbang melayang
Mencakar ikan untuk dimakan
Jangan rindu jangan sayang
Kalau kamu belum dinikahkan.

Pada semua pengunjung e-Jurnal Sastra Apero Fublic. Di beritahukan bahwa Apero Fublic menerima kiriman pantun yang bermanfaat untuk di publikasikan ke masyarakat. Tujuan dari publikasi adalah untuk mengembangkan sastra asli Indonesia, pantun. Serta mengembalikan fungsi sastra sebagai pendidikan dan pengajaran untuk manusia.

Sastra bertujuan untuk melahirkan masyarakat yang sejahtera dan cerdas. Kirimkan pantun-pantun karya Anda, kutipan Anda, warisan nenek moyang di tempat tinggal. Di perbolehkan untuk semua jenis pantun kecuali pantun yang bersifat salah. Anda ke Apero Fublic. Kirim melalui email redaksi. www.fublicapero@gmail.com.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 19 April 2020.

Sy. Apero Fublic

Selasa, 14 April 2020

Pantun Cinta. Gadis Pintar Shalihah Menjawab Buaya Darat

Jurnal Apero Fublic.- Pantun cinta gadis shalihah yang tidak termakan rayuan gombal buaya darat. Gadis perawan yang pintar dia tidak tertarik dengan ajakan pacaran. Tidak termakan janji-janji manis yang hanya di bibir. Sehingga dia tetap berpegang pada prinsip keimanannya. Menjaga harga dirinya dan nama baik keluarganya. Dia tidak mau tertipu apalagi sampai membuat malu ayah dan ibunya.

Sehingga suatu saat bertemulah dia dengan seorang buaya darat yang berwajah tampan dan pandai berkata-kata manis. Bagi gadis shalihah cukup saling mengenal saja sebagai teman biasa. Seandainya memang mencintai maka lamar dia. Tidak perlu pacaran yang modal air liur lalu kau merampas kehormatanku. Hanya modal air liur kau menjamah tubuhku dengan gratis. Saat itu, seorang buaya darat menghampiri seorang gadis salihah.

Buaya Darat:
Pertanda apa langit membiru
Oleh karena, petang berpadu
Adinda cantik sedang apa dirimu
Bolehkah kakanda datang bertamu

Gadis Pintar
Jangan mengacak kamar tamu
Ada kardus yang penuh tisu
Jangan berlagak polos dan lugu
Adinda tahu modus yang palsu

Buaya Darat
Pesajak dikenal gubahan syahdu
Menyapa penggemar melepas rindu
Sejak kakanda kenal dirimu
Entah mengapa selalu merindu

Gadis Pintar:
Rambut gimbal disisir selalu
Kalau keramas di malam sabtu
Jangan kakanda gombal melulu
Kalau berani lamarlah aku

Buaya Darat
Indah sekali Istana ini
Lantai marmer penuh kaca
Kakanda janji suatu hari, nanti
Melamar Adinda penuh Cinta

Gadis Pintar
Berbaris semut beribu-ribu
Menutup lubang musim berlalu
Alasan manis kakanda begitu
Akal-akalan menutup malu.

Buaya Darat:
Kereta kuda telah melaju
Pak kusir menyapa baginda ratu
Adinda jangan berkata begitu
Tak percaya, belalah dadaku

Gadis Pintar:
Kereta kuda membawa ratu
Ratu akan menjemput tamu
Sudah-sudahlah wahai penipu
Aku tidak akan tergoda olehmu

Buaya Darat:
Kembang seroja sungguh mempesona
Seribu rupa kumbang bertamu
Kakanda sungguh tulus dan cinta
Seribu sumpah kumandangkan untukmu

Gadis Pintar:
Tiada bunga tanpa malu
Kalau hanya mekar untuk layu
Tiada guna sumpah beribu
Kalau hanya berakhir di mulutmu.

Buaya Darat:
Tangkai bunga dipetik kita
Kita tanami di kebun mini
Wahai adinda yang tercinta
Mari jalani dulu hubungan ini

Gadis Pintar:
Pak tomat kedelai lantemu
Bakul berisi ramuan jamu
Selamat jalan wahai kamu
Aku permisi mau ta'aruf dahulu.

Buaya Darat:
Alangkah tajam panah Rahwana
Panah melukai jantung dewa
Alangkah kejam wahai adinda
Kakanda terluka dan kecewa

Gadis Pintar:
Mulut lelaki penuh cinta biasanya
Pandang sedikit saja, mengisap mangsa
Mau tau, Lelaki cinta seperti apa
Datang kerumah menghadap ayah-bunda.

Pantun Melayu ini bersifat pengembangan. Sebagai bentuk realisasi pengembangan warisan kebudayaan yang disesuaikan dengan kebudayaan Melayu. Pantun bersifat nasihat sebagai ciri sastra Melayu atau ciri sastra Indonesia. Sastra Indonesia sejak zaman nenek moyang dimanapun di Nusantara selalu bertema nasihat dan pendidikan sosial.

Bukan seperti kebanyakan Sastra zaman sekarang. Dimana lebih banyak yang menampilkan mesum dan tidak mencerminkan budaya Indonesia. Mari, kita tinggalkan sastra hitam atau sastra destruktif. Kami tunggu partisipasi Anda dalam berkarya.

Baik itu berupa dokumentasi pantun asli suatu daerah atau pantun karya Anda sendiri. Kita dapat bersama-sama mengangkat kebudayaan bangsa kita dan mengembangkannya. Kirimkan pantun karya Anda pada email redaksi Apero Fublic. fublicapero@gmail.com.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 15 April 2020.

Sy. Apero Fublic

Sabtu, 11 April 2020

Kebun Buah Dewa-Dewi

Jurnal Apero Fublic.- Pada suatu masa yang lampau. Hiduplah dua anak manusia. Mereka adalah teman baik. Asan, umurnya lebih tua, mata pencahariannya sebagai petani. Dia selalu menanam jagung di lembah yang subur. Khasen, mata pencahariannya sebagai pengembalah domba di bukit yang sepi. Istri keduanya telah meninggal beberapa tahun silam. Saat ini, mereka menghadapi masa sulit. Asan memiliki seorang putri dan Khasen memiliki anak laki-laki yang selalu membantu Khansen mengembalah domba milik mereka.

Mereka sering saling mengunjungi satu sama lain. Waktu itu keduanya duduk di depan rumah mereka berbicara tentang saat-saat indah ketika mereka masih muda. Dimana kehidupan waktu itu tidak sesulit sekarang. "Apakah kau masih ingat hari-hari musim panas yang panjang ketika kita masih muda?. Kita menghabiskan waktu kosong pergi memancing. Kata Asan di sela-sela percakapan mereka. Khasen mengangguk. Dia ingat hari-hari riang masa mudanya dengan sangat baik. Dia sering berharap bahwa mereka dapat kembali muda seperti dulu.

"Kau tidak berpikir bahwa musim dingin lebih buruk setiap tahun? Tahun lalu, dombaku hanya bertambah puluhan ekor saja. Jumlah yang sedikit peternak di lereng bukit. Aku benar-benar khawatir. Musim dingin tahun ini. Sekarang rumput tumbuh sedikit. Mungkin tidak cukup untuk bertahan satu tahun ini. Kata Khasen.

Waktu berlalu, cuaca tidak berubah bahkan menjadi lebih buruk. Menjadi lebih dingin dan lebih dingin dan segera rumput apa pun yang hidup di lereng bukit mati beku. Kembali salju mulai turun setiap hari. Pada akhir pedesaan mereka ditutupi dengan salju tebal salju dan es. Khansen mencoba mengembala domba-dombanya ke wilayah lain, tetapi di sana sama juga. Sekarang para gembala menggelengkan kepala mereka. Mereka mengatakan kepadanya bahwa domba mereka juga kekurangan makanan. Es menutupi terlalu tebal di atas tanah dan ditambah angin yang dingin. Khasen pergi mengunjungi temannya, Asan, untuk meminta nasihatnya.

"Apa, yang harus saya lakukan, Asan?. Semua wilayah tertutup es. Rumput tidak ada dan akan disusul domba-dombaku yang mati karena tidak ada makanan. Kata Khasen.

Putra Khasen juga kebingungan dia berkata. "Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi, paman Asan. Kata anak itu sedih.

"Domba akan mati, maka akan kami juga akan mati, diikuti anak saya dan teman-teman saya pengembala domba. Saya pikir saya harus mengucapkan selamat tinggal, kepadamu. Mungkinan ini musim dingin terakhir yang kami lalui. Kata khasen, menangis sedih.

Asan adalah orang yang murah hati dan dia memutuskan untuk membantu temannya. "Ambil setengah ladang jagung saya. Masih banyak tanah yang tidak di tanamai. Dengan begini kita masih dapat hidup dan melewati musim dingin yang mengerikan ini. Kata Asan.

Khasen menatapnya dengan linangan air mata. Da hanya datang untuk pamit. Tidak mengharapkan kebaikan seperti itU dari sahabatnya. Tapi untuk itu. Maka dia mengucapkan terima kasih lagi dan lagi. Dari hari itu dan seterusnya, Khasen menjadi petani. Dia bekerja dari pagi sampai larut malam mengolah tanah ladang. Asan menasihati putra Khasen agar selalu membantunya. Jagung tumbuh tinggi dan subur. Dalam waktu singkat, Khasen menjadi petani yang baik. Dia belajar banyak dari temannya. Tahun berlalu, dua sahabat sekarang hidup bahagia bertetangga.

Suatu hari, Khasen pergi seperti biasa untuk bekerja di ladangnya. Matahari bersinar terang dan hari yang bersemangat, riang. Khasen menggali tanah cukup dalam yang subur. Tiba-tiba, dia mendengar suara. Sekopnya membentur sesuatu keras. Dia menggali lebih dalam lagi dan dia menemukan gerabah guci besar. Guci yang air sepertinya. Bentuk seperti stoples di rumahnya. Dia penasaran, dia membuka tutup guci. Di dalam guci ada ratusan benda berkilau, mengkilap.

"Uang emas. Kata Khasen, dengan mulut terbuka. Dia pikir bahwa dia sedang bermimpi, lalu mencubit tubuhnya dengan kuat-kuat. Tapi ini bukan mimpi sadarnya. Dengan gembira dia bergegas pulang memanggil keluar Asan, sahabatnya. "Asan kesini cepat. Panggilnya. Asan tiba di dekatnya. "Kau tidak akan pernah percaya apa yang aku temukan!. Katanya.

Asan dan Khasen berlari ke ladang jagung bersama-sama. Mereka mengangkat guci keluar dari tempat yang tersembunyi. "Asan kau pemiliknya. Anda sekarang menjadi orang kaya. Kata khasen gembira sekali"Tidak itu milikmu, saya memberikan tanah ini padamu. Sehingga uang emas ini sah milikmu. Kata Asan tegas.

"Tidak boleh begitu, Kenapa kau berkata begitu. Kau adalah pemilik dari seluruh lahan ladang tanah. Kau membiarkan setengah tanah ini untuk pekerjaanku ketika aku berada di saat-saat sulit. Jadi, apa pun yang ditemukan di sebidang tanah ini adalah milikmu. Argumen Khasen pada Asan. Mereka berdua berdebat siapa pemilik uang emas itu. Karena keduanya adalah orang-orang yang sangat baik. Sehingga keduanya ingin mencari kesepakatan yang sesuai dan adil satu sama lain.

"Cukup Khasen, jangan buang waktu berdebat tentang siapa yang memiliki uang emas ini. Kita berikan kepada anak-anak kita saja. Aku melihat beberapa waktu ini anakmu menyukai putriku, begitu pun putramu. Mari kita atur pernikahan dengan pesta besar. Lalu memberi mereka emas ini untuk hadiah pernikahannya. "Kata Asan. Khasen setuju bahwa itu adalah ide bagus. Dengan ati-hati, mereka menyembunyikan guci uang emas di lubang dan kembali menutupinya dengan tanah.

Pernikahan berlangsung beberapa minggu kemudian. Pesta pernikahan berlangsung. Acara pesta ada yang menari dan keluarga yang tinggal ditempat yang jauh datang menghadiri. Beberapa hari setelah pernikahan. "Kami benar-benar tidak bisa menerima uang emas. Tidak baik bagi anak-anak apabila menerima apa yang ayah mereka menolaknya. Kami sudah kaya tanpa uang emas. Cinta kami lebih kaya dari semua harta di dunia. Kata putri Asan itu. Kembali lagi mereka mulai berdebat siapa pemilik uang emas itu.

"Kalian berdua harus mengambil emas ini. Aku dan Asan sudah tua. Kami hanya perlu sedikit saja di usia tua kami. Kalian masih muda. Berbuatlah apa yang bisa kalian lakukan dengan kekayaan ini. Kata Khasen pada anak dan menantunya. Tetapi mereka tidak menerima uang emas itu.

"Baiklah, kita pergi ke Datu yang tinggal di dusun. Datu adalah orang bijaksana. Dia akan bisa membantu kita memutuskan apa yang harus dilakukan dengan semua uang emas ini. Kata Khasen. Puyang mendengarkan dengan sabar. Menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Asan, apa yang baik yang akan Anda lakukan dengan uang emas?. Tanya Datu Dusun.

"Ohh, baik Puyang yang bijaksana. Bagi mana kalau diserahkan Khan Agung. Karena dia penguasa di tempat kita tinggal ini. Datu mengerutkan kening dan berbalik bertanya pada Khasen. "Bagaimana denganmu, Khasen?.


"Datu, Puyang dusun kami, menurutku bagaimana kita berikan pada bapak hakim. Dia adalah penetap hukum dan semua dapat diputuskan. Kembali Datu mengerutkan kening dan beralih ke anak Asan. "Bagaimana dengamu nak, apa saranmu?. Tanya Datu sambil tersenyum. Putri Asan mengatakan kepadanya bahwa uang emas dikubur dalam bumi kembali kemudian dilupakan.

Datu menghelah nafas dalam. Itu bukan jawaban yang tepat. Datu berbalik ke arah putra Khasen. "Sekarang, apa yang akan kau lakukan degan uang emas itu anakku. Tanya Datu pada anak Khasen.

Putra Khasen berpikir keras dan panjang. Ini memang hal yang sulit menurutnya. "Puyang, saya akan menggunakan uang emas untuk membeli banyak lahan pertanian. Kemudian akan ditanam pohon buah-buahan. Sehingga saat orang sudah bekerja seharian. Mereka dapat memetik buah dengan sesuka hatinya. Orang-orang juga bisa menikmati keindahan alam di kebun itu, sambil makan buah. Saya berharap tidakada lagi orang kelaparan. Usul anak Khasen.

Datu yang bijaksana itu berdiri dan memeluk putra Khasen. "Pergilah ke kota raja. Belilah bibit yang baik dan kemudian belilah tanah dan tanamlah kebun buah-buahan seperti yang kau katakan. Kata Datu desa mereka.


Putra Khasen melakukan perjalanan selama beberapa hari. Dia melewati padang rumput, gurun dan akhirnya sampai ke kota raja di sebuah bukit. Di kota raja itu, berdiri istana khan besar. Di sudut pasar di sisis alun-alun kerajaan. Dia melihat pemandangan yang aneh. Barisan burung hidup yang dikurung di sangkar. Kaki dan sayap burung-burung itu diikat. Putra Khasen merasa kasihan pada mereka, karena dia juga menyukai burung-burung. Dia ingin membeli satu untuk hewan peliharaan. Pasar yang ramai, melalui jalan yang berkelok-kelok akhirnya kafilah yang membawa burung sampai di pasar.

Terdengar teriakan yang menyedihkan dari burung-burung itu. Entak mengapa anak Khasen dapat mendengar. Pemuda itu melihat bahwa burung-burung itu sangat sengsara. "Tolong bantu kami, Tuan yang baik. Malam ini kami akan disembelih sebagai jamuan makan malam Khan Agung. Kata burung.

"Berapa harga yang Khan Agung membeli burung-burung ini?. Tanya putra Khasen pada pemimpin kafilah pedagang burung.
"Lima ratus keping emas. Kata pria pedagang burung itu.

"Bebaskan mereka. Aku akan membayar pada Anda dua kali lipat jumlah itu. Kata pemuda putra Khasen. Pemimpin kafilah itu tertawa. Anak Khasen tidak terlihat seperti orang kaya. Pakaiannya juga sangat sederhana. Tapi ketika dia melihat kepingan-kepingan uang emas. Maka pemimpin kafilah dagang itu setuju. Dia dengan cepat membebaska burung-burung itu. Dengan bahagia, burung-burung itu terbang mengepakkan sayapnya.

Membawa kantong uang yang sudah kosong. Pemuda itu pulang. Dia telah menghabiskan semua uang untuk membebaskan burung-burung tersebut. Saat dia berjalan, dia mulai berpikir. Itu bukan uang saya. Apa yang saya lakukan belum tepat. aku berjanji pada Datu untuk membangun kebun buah-buahan untuk masyarakat miskin di dusunku. Sekarang sudah tidak ada uang lagi. Pikir putra Khasen disepanjang jalan pulang.

Dia begitu kesal, lalu dia menangis dirinya sendiri, dan tidur. Dalam tidur dia bermimpi. Dalam mimpinya burung-burung yang dia bebaskan telah kembali. "Terima kasih sudah membebaskan kami. Kami tidak bisa kembalikan uang emasmu. Namun kami akan membantumu untuk menanam tanaman dan membangun kebun bua Anda. Kata para burung.

Beberapa waktu kemudian dia kemudian terbangun dan melihat keluar dari jendela. Melihat persis sama seperti mimpinya. Burung-burung itu memang ada. Dengan cakar mereka menggali lubang di tanah. Di setiap lubang mereka menempatkan benih dan kemudian menutupi lubang dengan tanah.
"Apa yang kalian lakukan? Tanya putra Khasen.

"Setelah Anda membantu kami. Sekarang giliran kami untuk membantu Anda. Kata pemimpin burung. D i depan matanya taman ajaib tumbuh. Tunas muda berwarna hijau, berubah menjadi pohon muda, yang tampak bergoyang-goyang diterpa angin. Kemudian dalam waktu singkat, pohon berubah menjadi besar-besar. Muncul, menumbuhkan cabang berdaun-daun lebat. Pemuda menyaksikan bunga muncul lalu bunga mekar. Apel emas tergantung dari cabang-cabang pohon. Semua yang terlihat tidak dapat dipercaya. Dia mencubit dirinya beberapa kali untuk membuktikan apakah dia sedang bermimpi.

Saya harus memberitahu Datu yang bijaksana. Ini bukan bermimpi. Dia berlari cepat untuk bisa membawa Datu menyaksikan. Segera dia bercerita tentang perjalanannya ke kota dan kebun ajaib. Di lakukan oleh kekuatan gaib para burung yang dia bebaskan dan sekarang membantunya untuk menanam kebun. Datu pun hampir tidak percaya yang disaksikan matanya.


"Ini benar-benar menakjubkan. Aku belum pernah melihat sesuatu seperti itu dalam hidup saya. Kata Datu. Di sekeliling kebun dewa-dewi tercipta pagar besi yang tinggi. Serta gerbang yang terkunciSegera berita kebun ajaib yang tersebar di seluruh negeri. Orang-orang datang dari seluruh negeri untuk melihatnya, tetapi mereka tidak bisa masuk melalui gerbang.

Kebun ini ditanam untuk orang-orang miskin. Orang kaya tidak dapat masuk. Orang-orang yang mencoba untuk mencuri buah apel emas akan mati. Pesan pemimpin burung kepada warga desa yang datang berbondong-bondong ke kebun.

"Itu kebun untuk kita. Karena hanya untuk orang miskin. Sekarang kita tidak akan kelaparan lagi. Ketika masa sulit datang. Kata penduduk desa dengan bahagia, satu sama lain. Pemuda si anak Khasen menjadi terkenal. Semua orang ingin bertemu dengannya dan mendengar tentang cerita kebun yang ajaib itu.

Satu hari, tentara Khan Agung datang ke kebun. "Atas nama khan, buka gerbang ini. Tanaman di kebun ini milik khan. Lalu, mereka merobohkan gerbang dan pagar lalu masuk ke kebun.


"Jangan memtik buah apel emas. Nanti Anda akan mati. Kata pemuda. Tetapi tentara serakah tidak peduli mereka tetap mengambil sesuka hati.

Dengan rakus mereka mengumpulkan apel emas. Namun, kemudian satu per satu. Setiap prajurit khan jatuh dari kudanya, dan mati. Orang-orang jahat sekarang takut. Benar, kebun berada di bawah kekuatan ghaib. "Jangan menyentuh apel emas. Ujar mereka memperingatkan anak-anak mereka.

Rewrite. Apero Fublic
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 11 April 2020.

Arti Kata:
Datu: Kepala Desa/Kepala Dusun. Jabatan Datu digunakan saat kawasan Melayu belum dipengaruhi oleh kebudayaan India (pra-hindu-budha). Puyang: Gelar kehormatan pada seorang pemimpin sama halnya seperti gelar Tuan, Tun, Datuk, Daeng, Sunan, Kiai. Cerita dongeng ini dari Asia Tenga sehingga gelar pemimpin mereka Khan. Khan adalah kepala suku yang merangkap pimpinan atau raja.


Sy. Apero Fublic