Selasa, 26 Januari 2021

Mengenal Lelakaq: Pantun Berbahasa Melayu Sasak.

Jurnal Apero Fublic.- Kita bangsa Melayu tentu mengenal sastra lisan pantun, yang sudah di akui oleh Unesco sebagai warisan budaya Indonesia dan Malaysia. Begitu juga dengan Brunai Darussalam dan beberapa kawasan lain yang didiami oleh orang Melayu.

Seperti di Pilifina Selatan, Melayu Patani di Thailand dan lainnya. Sasak nama kelompok masyarakat yang mendiami Pulau Lombok, di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantun berbahasa daerah Sasak sama dengan pantun pada umumnya, terdiri dari empat baris kalimat.

Dua sampiran pada kalimat satu dan dua. Dua kalimat isi pada kalimat ke tiga dan ke empat. Fungsi lelakaq atau pantun berbahasa daerah Sasak, untuk hiburan dan nasihat. Pemuda dan Pemudi juga suka bebalas lelakaq, atau pantun berbalas secara umum dikenal di Indonesia. Ada beberapa bagian lelakaq dalam masyarakat Melayu Sasak.

1.Lelakaq Jenaka (Pantun Jenaka).
Lamun kencili lantong tali. (Kalau burung kencili membawa tali).
Kelak kelor sintung tumpah. (Rebus kelor hanya untuk tumpah).
Ndaq sili inaq rari. (Jangan marah bibi).
Nyelemorang ate susah. (menghibur hati susa).
 
2.Lelakaq Nyaoke (Pantun Pengabdian).
Pantun ini berisi pernyataan seseorang untuk mengabdi pada raja.
Emben paoq emben gule (Dimana mangga dimana gula).
Paoq amplem manis mateng (Mangga mampelam manis matang).
Embe taoq kaji ngaule (di mana tempat hamba mengabdi).
Mule tulen tgedeng raden (sudah pasti di istana).

3.Lelakak Asmara (Pantun Cinta).
Pantun ini sangat disukai oleh pemuda dan pemudi. Isi lelakaq atau isi pantun tentang kasih sayang dan percandaan.

Jejojoq daan Baleka (Jelojok barat Baleka).
Sabuk Bali bekantong dua (Ikat pinggang Bali bersaku dua).
Beciq Lomboq langanku seda (Tinggi ramping menawan saya).
Sanggup kaji angantong sida (sanggup saya mengantar Anda).
 
Ijuk malaq daun kere (Ijuk bambu daun lontar).
Dang bangent sekeroro (Ketan kukus sebakul).
Ndeqku bengaq ariq ndeq mele (Saya tidak heran adik tidak mau).
Ndeq araq bangket taoq ngaro (Tidak ada sawah tempat menanam padi).

4.Lelakak Pepija (Pantun Teka-Teki).
Pantun teka-teki sangat digemari oleh masyarakat, terutama pemuda dan pemudi. Isi pantun menceritakan percandaan yang menghibur, lucu, atau membuat tawa. Pepija adalah nama tradisi masyarakat Sasak pada malam memasak nasi pada acara pernikahan. Biasanya yang memasak nasi atau mengukus nasi adalah para pemuda dan pemudi.

Selebung Batu Beleq (Selebung Batu Beleq).
Uah kedung gin ta kumbeq (Sudah terlanjur akan kita apakan).
Buaq ara-ara (Buah ara-ara).
Selek bewena (Patah cabangnya).
Dedara-dedara (Gadis-gadis).
Lowek telena (Becek kelaminnya).
Tongko Labuan (Bangau di Labuan).
Dento nakaruan (Kelak baru jelas).

5.Lelakaq Tuduh.
Lelakaq Tuduh atau Pantun Ungkapan Perasaan yang biasanya berisi ratapan atau ungkapan rasa sedih seseorang.

Selebung Batu beleq (Selebung Batu Beleq).
Pengorong baku bawi (Pinggir kali tempat Bibi).
Uah kedung gin ke kumbeq (Sudah terlanjur akan diapakan).
Tesorong isiq janji (Didorong oleh janji).
Ijuk malaq daun kere (Ijuk bambu daun lontar).
Dang banget sekararo ndeqku bengaq (Ketan kukus sebakul).
Ariq ndeq mele (Saya tidak heran adik tidak mau).
Ndeq araq bangket taoq ngaro (Tidak ada sawah tempat menanm padi).
 
6. Lelakaq Sindiran atau Pantun Sindiran
Lelakaq Sindiran atau Pantun Sindiran berfungsi untuk nasihat. Dengan harapan saat mendengar isi pantun orang-orang akan mengerti atas kesalahannya.

Sejejai undal tune (Setempurung kulit ari ikan tuna).
Sejebung daon sine (Segenggam daun sine).
Sai epen kembang terune (Siapa punya kembang teruna silahkan).
Silaq dekung jari bineq (Cangkok jadi bibit).

7.Lelakaq Agama atau Pantun Agama
Pantun ini berisi tentang ajaran agama dan nasihat-nasihat yang sesuai dengan agama Islam. Ilmu-ilmu agama disampaikan melalui pantun sehingga menjadi mudah menyampaikan dan diingat oleh orang-orang. Masyarakat Melayu Sasak mayoritas beragama Islam.

Daon waru jari lelayang (Daun waru jadi layang-layangan).
Bau paku sedin erat (petik paku pinggir parit).
Pacu-pacu gaweq sembahyang (Rajin-rajin mengajarkan sembahyang).
Jari sango leq aherat (Jadi bekal di akhirat).

Demikianlah penjelasan tentang lelakaq atau pantun berbahasa Melayu Sasak di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sumber dikutip dari buku berjudul Sastra Lisan Sasak yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta 1987.

Buku disusun oleh Shaleh Saidi, Nazir Thoir, I Gusti Nugrah Bagus, I Ketut Asa Kartika, Maria Gorethy Nie Nie. Buku dapat dijumpai di Perpustakaan Daerah atau Perpustakaan Pusat.

Rewrite. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 26 Januari 2021.

Sy. Apero Fublic.

0 comments:

Posting Komentar