Humaniora

Humaniora
Publish Your Articles in the Journal Apero Fublic of Humaniora

KAJIAN FILOLOGI SASTRA YANTRA: Karya Anak Agung (Bali).

KAJIAN FILOLOGI SASTRA YANTRA: Karya Anak Agung (Bali).
Share

JAF. HUMANIORA.- Sastra Yantra adalah sastra yang berbentuk puisi tetapi ditulis atau diungkapkan dengan bentuk gambar. Istilah yantra dimunculkan oleh peneliti atau penulis buku itu sendiri. Istilah sastra yantra dimunculkan berdasarkan adanya unsur keagamaan yaitu Hindu dengan aliran Tantrayana. Sastra klasik tersebut ditulis oleh Anak Agung istri Biang Agung. Anak Agung memiliki nama kecil Anak Agung Biang Muter.

Sastra yantra pernh mendapat perhatian dari orang Belanda bernama, P.J. Zoetmulder. Serta pernah dikaji secara selintas oleh Jacob Hooykaas. Dengan berbekal dua tulisan orang Belanda tersebut para peneliti sastra yantra menuntaskan penelitian tersebut. Anak Agung termasuk pengarang wanita dari zaman klasik.

Naskah dari sastra yantra berbentuk puisi yang tertuang di dalam lambang. Bahan tulis terbuat dari buku gambar yang ditulis menggunakan tinta hitam. Naskah terdiri dari 59 pupuh yang tertuang kedalam lima macam lambang. Yaitu berupa lambang bulan, lambang bunga padma, lambang burung mayura, lambang burung tadahasih, dan lambang bunga padak. Sedangkan kulitnya terdapat sebuah lambang dewi. Apa bilah diperhatikan tampak naskah tidak mencerminkan puisi tetapi berupa ilustrasi.

Pengaturan ilustari gambar menyesuaikan baris syair puisi. Pola gambar utama misalnya buluh burung dibuat sejumlah baris puisi. Gambar kelopak bunga padma yang berisi kata-kata juga sesuai dengan syair puisi, dan jumlah baitnya. Sehingga semua syair terdapat di dalam gambar-gambar tersebut. Pola baca juga perlu dipelajari, kemungkinan orang awam sastra kesulitan membacanya.

*****

Pupuh Demung. (Bahasa Daerah Bali).

1.Sembah ning hulun iki umungguh ri tranging ulun uparenggeng padma mkar cinitreng kumuda mrik makapangutameng sembah inustana jroning tanu ri kucuping kara karwa litning rasa suda nir tuduh, apan utama samreti makawebuhing swacita nirartaka milwa ngripta bilih sih sang siniwi mupwani maca gurit sun iki upama sodamamagut hyang citarasmi tan sakeng lengganeng atur. Puh Demung.

2.Pupuh Kawitan Demung.
Wong lara brantanggurit.
Wong alpa ajugul.
Wong tuna turung angreti.
Wong duka wkaseng punggung.
Wong muda cilia kasiasih.
Wong tan wring guna dadi wong.
 
3.Oli ingsun angwi.
Osadaning tanu.
Oyeng citra padma sari.
Ontuking biapareng ranu.
Osah sumesekeng ati.
Olihing manapa sih.

Pupuh  Demung. (Bahasa Indonesia).

1.Sujud bakti hamba berada dalam sinar rembulan berhiaskan bunga padma merah yang mekar bertahtakan teratai putih harum semerbak dijadikan inti persembahan yang bersemayam dalam hati ketika kedua jari tangan dicakupkan menyatukan rasa hingga jiwa menjadi bersih dengan sendirinya, maka disebut utama karena memberikan kebahagiaan batin meski hamba orang tak berilmu namun ikut-ikutan mengarang barangkali yang dipuja  berkenan mendendangkan serta membaca karangan hamba ini bagaikan kunang-kunang menyonsong kehadiran dewi rembulan bukan karena sombong.

2.Pupuh Kawitan Demung.
Orang duka lara menggubah syair.
Orang yang hina dungu.
Orang miskin belum mengerti.
Orang duka keliwat bebal.
Orang bodoh amat menderita.
Orang tak tahu diri.
 
3.Tujuanku mengarang.
Mengobati hati yang luka.
Dengan gambar padma sari.
Disebabkan pikiran kacau.
Gelisah menyesakkan hati.
Merindukan kasih.

Buku yang membahas “Sastra Yantra Karya Anak Agung Istri Biang Agung” diteliti oleh: Ida Wayan Oka Granoka, I Gusti Ngurah Bagus, I Made Seraya, I Nyoman Sulaga. Di terbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Bali, tahun 1989. Buku bersampul putih, dimulai dari pendahuluan dan dilanjutkan pembahasan tentang naskah.

Kemudian mulai membahas isi, yang pertama berupa ilustrasi-ilustrasi yang sama pada naskah asli. Buku terdiri dari 151 halaman, alih aksara puisi dalam dua bahasa; Bahasa Darah Bali dan Bahasa Indonesia. Diakhiri dengan penutup dan daftar acuan. Kalau Anda tertarik dengan buku ini, dapat mengunjungi perpustakaan darah atau Perpustakaan Nasional.

Disusun: Tim Jurnal Apero Fublic
Editor. Melly.
Tatafoto. Totong Mahipal.
Palembang, 10 November 2021.
Sumber: Ida Wayan Oka Granoka, dkk. Sastra Yantra Karya Anak Agung Istri Biang Agung. Bali: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1989.

Sy. Apero Fublic

0 Response

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel